fbpx
Skip to toolbar

Kemajuan Fintech Yang Dinaungi Badan Regulasi di Indonesia

FINTEKASIA – Financial Technology atau Fintech merupakan terobosan baru di bidang keuangan yang dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan kegiatan transaksi keuangan. Tak hanya mengatasi pembayaran, Fintech juga mencakup alternatif investasi, pinjaman uang, hingga transfer.

Lalu, bagaimana dengan perkembangan kemajuan Fintech di Tanah Air? Apakah sudah ada badan regulasi atau legal, OJK misalnya, yang sudah menaungi keberadaannya di Indonesia?

Nah, mengingat kehadirannya yang masih baru apabila dibandingkan intitusi keuangan konvensional seperti bank, tentu tidak semua orang di Indonesia menggunaan Fintech. Banyak faktor menjadi alasannya, seperti sulit mendapatkan akses Internet, maraknya penipuan berkedok investasi, dan kurangnya informasi.

Padahal, kehadiran Fintech bisa membantu konsumen memenuhi kebutuhan keuangannya. Tak hanya itu saja, keberadaan Fintech juga membuat layanan finansial menjadi lebih efisien karena dilengkapi dengan kemajuan teknologi.

Untuk itu, menanggapi perkembangan kemajuan Fintech di Indonesia, pada tahun 2016 lalu, badan regulasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk Satgas Pengembangan Inovasi Digital Ekonomi dan Keuangan untuk mengatur keberadaan Fintech di Indonesia.

Namun hal itu bukan untuk membatasi ruang gerak Fintech, melainkan untuk melindungi konsumen dan pengguna layanan Fintech.

Perkembangan Fintech juga diharapkan dapat bersinergi dengan industri jasa keuangan dan perbankan. Harapannya, agar kedua belah pihak dapat berkembang bersama dengan memperbesar akses terhadap layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia.

Sinergi ini bahkan dapat terjadi di antara bank dengan Fintech. Misalnya saja, dengan menyediakan pinjaman modal usaha bagi UMKM lokal yang berpotensi.

Di sisi lain, OJK juga mengharuskan pelaku Fintech untuk memperhatikan beberapa hal, yakni perlindungan konsumen dan data negara. Dan guna mendukung hal tersebut, OJK telah menerbitkan POJK No.77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam langsung berbasis teknologi informasi (LMPUBTI) atau P2P lending.

Platform Fintech di Indonesia pun kini sudah bisa mendaftar ke OJK sebagai bukti komitmen terhadap perlindungan konsumen. Di bulan September 2017, sudah terhitung 22 platform Fintech Indonesia yang terdaftar di OJK.

Ketentuan lain bagi model Fintech seperti crowdfunding dan digital banking juga saat ini sedang dalam proses pembahasan dengan badan regulasi. Semakin kita masuk dalam zaman ekonomi digital, maka proses regulasi bagi Fintech di Indonesia akan semakin berkembang.

*

Yuk, update aplikasi KasPro milik kamu dan nikmati mudahnya nabung emas dengan murah hanya di GoldPro! Caranya simple banget, cukup mendaftar di sini. Dan jangan lupa, download aplikasi KasPro di App Store dan Play Store juga ya!

Jual Beli dan Investasi Emas Tabungan Emas
GoldPro
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

FIntekAsia
Logo
Enable registration in settings - general