fbpx
Skip to toolbar

Bahaya Pinjaman Online Ilegal, Sampai Ada Yang Bunuh Diri

FINTEKASIA – Hai sobat FintekAsia! Masih ingat dengan kisah seorang supir taksi ditemukan gantung diri di kamar kos daerah Mampang, Jakarta Selatan? Ia meninggalkan surat wasiat berisi permintaan maaf untuk anak istri dan memberi pesan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pihak berwajib untuk memberantas pinjaman online. Ia juga berpesan agar tidak ada orang yang perlu ikut membayar hutang online-nya itu.

Itu bukan kasus pertama dan satu-satunya. Sebelumnya, seorang perempuan nekat minum minyak tanah karena terlilit hutang dari 9 aplikasi pinjaman online. Ia meminjam dari aplikasi lain untuk menutup hutang dari aplikasi sebelumnya.

Perlu diketahui, tidak semua aplikasi yang beredar di masyarakat itu resmi dan terdaftar di OJK. Banyak pula di antara mereka yang ilegal alias tidak terdaftar. Mereka layaknya rentenir biasa, namun menggunakan teknologi. Tak heran, bunga yang dibebankan bisa mencapai 1 – 5 persen per hari keterlambatan.

Saat diinstall, mereka juga biasanya ‘memaksa’ korban untuk menyetujui akses pada kontak telepon dan lokasi berada. Saat terlambat membayar, selain dikejar debt collector yang bisa menelepon hingga 30 – 40 kali sehari, orang-orang di kontak telepon juga akan ikut diteror dan ditagih.

Seorang trainer finansial dari QM Financial, Emiralda Noviarti, menjelaskan seputar pinjaman online ini.

Mengapa Orang Mudah Tergiur Meminjam Uang di Aplikasi Online?

Sebenarnya perlu dicari tahu dulu, mengapa orang sampai perlu meminjam uang secara online. Apalagi kalau untuk kebutuhan konsumtif. Seringkali hal ini disebabkan ketidakmampuan dalam mengelola keuangan, seperti kebutuhan vs keinginan/ lifestyle. Atau bisa juga ketika ada kebutuhan yang sangat mendesak, tidak ada cadangan dana sama sekali.

Sementara, pinjaman online menawarkan kemudahan untuk memperoleh pinjaman. Biasanya, hanya memerlukan identitas pribadi saja, dan dana pinjaman pun sudah bisa cair dalam waktu singkat.

Jadi, tidak mengherankan kalau kedua hal ini, ditambah dengan terbatasnya pengetahuan finansial dan ketidaktelitian dalam membaca syarat dan ketentuan yang berlaku, maka pinjaman online pun kemudian dianggap sebagai ‘solusi pintas’.

Perbedaan Website KTA dan Aplikasi Pinjaman Online

Biasanya, website pembanding KTA berfungsi sebagai penyedia leads (calon peminjam) bagi bank. Nantinya, pihak bank juga yang akan menghubungi langsung ke nasabah yang mengajukan pinjaman.

Seharusnya, syarat yang berlaku sesuai dengan standar prosedur di bank. Biasanya diperlukan surat keterangan bekerja, slip gaji, dan sebagainya, termasuk BI checking.

KTA bank dan aplikasi pinjaman online (non-bank) adalah dua produk yang berbeda, baik dari sisi penyedia serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

Apa Yang Harus Diperhatikan Ketika Ingin Meminjam Uang Secara Online?

Sebelum mengajukan pinjaman online, harus ditegaskan bahwa kredit konsumtif sangat tidak dianjurkan. Apalagi dengan bunga yang sangat tinggi. Misalnya, 1 persen per hari.

Sebagai perbandingan, tabungan di bank hanya berbunga sekitar 1 persen per tahun. Lalu, apakah memang membutuhkan uang untuk hal yang sangat mendesak? Kalau memang demikian, apakah tidak ada alternatif lain untuk pemenuhannya? Cari penghasilan tambahan misalnya? Atau gadai ataupun jual aset yang dimiliki? Adakah sumber pinjaman lain yang lebih lunak (softloan) dari keluarga atau teman?

Kalau memang tidak ada pilihan lain, mengajukan pinjaman secara online dapat dilakukan sebagai opsi terakhir, maka :

  • Pastikan bahwa mampu melakukan pembayaran.
  • Baca baik-baik syarat dan ketentuannya. Pahami resiko yang mungkin timbul akibat pemberian akses pada kontak, dan sebagainya.
  • Lunasi tepat waktu, atau bahkan sesegera mungkin, untuk meminimalkan bunga dan menghindari denda.

*

Yuk, pakai fitur belanja online canggih MasterPro dari KasPro! Caranya simple banget, cukup ikuti langkah-langkah di sini. Jangan lupa download aplikasi KasPro di App Store dan Play Store!

MasterPro
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

FIntekAsia
Logo
Enable registration in settings - general