fbpx
Skip to toolbar

Perbedaan Investasi Syariah dan Konvensional Yang Perlu Anda Ketahui

FINTEKASIA – Berkembangnya pemahaman literasi keuangan saat ini menyebabkan sebagian besar masyarakat Indonesia mulai mencari produk-produk alternatif investasi selain investasi konvensional. Salah satu alternatif investasi yang saat ini menjadi pilihan adalah produk investasi syariah.

Meski berlandaskan pada hukum-hukum Islam, namun investasi syariah ini tidak terbatas diikuti oleh kaum Muslim saja. Masyarakat yang berlatar belakang non-Muslim pun juga dapat berinvestasi pada produk investasi syariah ini.

Selain memberikan keuntungan, produk investasi syariah juga lebih adil dan transparan dalam pengelolaannya. Tidak heran bila tren produk investasi syariah semakin meningkat setiap tahunnya.

Lantas, dimana letak perbedaan investasi syariah dengan konvesional?

1. Akad

Hal utama yang membedakan antara investasi syariah dan konvesional adalah akad atau perjanjian investasi.

Secara umum, ada tiga akad yang biasa digunakan ketika investor memilih meyalurkan uangnya ke produk investasi syariah, yaitu :

  • Akad kerja sama (musyarakah).
  • Bagi hasil (mudharabah).
  • Sewa-menyewa (ijarah).

2. Bebas Riba

Unsur penting yang menjadi perhatian lainnya adalah keuntungan yang diperoleh bukan dari riba atau bunga. Hal ini disebabkan prinsip dari investasi syariah adalah bagi hasil dan adil kepada semua pihak. Baik itu investor, pengelola dana, maupun penerima dana.

3. Penanaman Modal Halal

Setiap dana yang diinvestasikan ke dalam produk investasi syariah sudah dapat dipastikan bahwa penanaman modalnya tidak akan disalurkan pada produk-produk haram dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Dengan begitu, secara alamiah perusahaan atau jasa yang akan ditanami modal investasi akan terseleksi. Dan pada akhirnya akan memunculkan perusahaan atau jasa yang sesuai dengan ajaran dan ketentuan Islam.

Itulah beberapa perbedaan antara investasi syariah dan konvensional yang perlu Anda ketahui. Dan salah satu bentuk investasi syariah yang kini kian digemari masyarakat Indonesia adalah peer-to-peer (P2P) lending syariah.

Sebab, berdasarkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Nomor 117/2018 mengenai Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah, sudah diakui secara sah bahwa P2P lending bebas dari riba.

*

Yuk, update aplikasi KasPro milik kamu dan nikmati mudahnya nabung emas dengan murah hanya di GoldPro! Caranya simple banget, cukup mendaftar di sini. Dan jangan lupa, download aplikasi KasPro di App Store dan Play Store juga ya!

Jual Beli dan Investasi Emas Tabungan Emas Secara Digital
GoldPro
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

FIntekAsia
Logo
Enable registration in settings - general